KLAIM BUDAYA


NAMA : MEGA AYU NUSLIA
NPM : 14215105
KELAS : 1EA06




1.1  LATAR BELAKANG
Indonesia terkenal sebagai bangsa yang luhur. Memiliki keragaman budaya yang tersebar di pelosok-pelosok nusantara. Dari kesenian, adat-istiadat hingga makanan melekat mewarnai keragaman bangsa ini. Tidak heran jika begitu banyaknya budaya yang kita miliki, justru membuat kita tidak mengetahui apa saja budaya yang ada Indonesia. Bahkan kita sendiri pun sebagai generasi muda terkadang melupakan budaya daerah kita. Ironis memang, orang Indonesia tetapi tak tahu ciri khas bangsanya sendiri. Lihat diri kita masing-masing, sebetulnya kita jugalah yang tidak mau tahu akan keluhuran budaya sendiri. Ketertarikan budaya yang semakin meluntur juga sangat nampak pada diri generasi muda saat ini. Salah satunya karena globalisasi.
Menyinggung era globalisasi, tentu juga akan berpengaruh pada dinamika budaya di setiap negara. Khususnya di Indonesia, hal ini bisa dirasakan dan sangat menonjol dampaknya. Begitu bebas budaya yang masuk dari berbagai arus kehidupan. Pribadi yang ramah-tamah juga sangat mendukung masuknya berbagai budaya tersebut. Ditambah lagi generasi muda kita yang terkesan bosan dengan budaya yang mereka anggap kuno. Namun, masuknya budaya dari luar justru kerap berimbas buruk bagi bangsa ini. Misalnya budaya berpakaian, gaya hidup (life style), segi iptek, maupun adat-istiadat. Kesemua itu berdampak sangat buruk dan dengan mudah dapat menggeser budaya asli Indonesia.
Kita sebenarnya belum siap menerima era globalisasi. Gaya hidup kita semakin menjurus ke arah barat yang individual dan liberal. Budaya gotong-royong pun semakin memudar. Dari segi iptek, sebagian besar juga berdampak buruk bagi kita. Yakni penyalahgunaan teknologi kerap kali terjadi. Kemudian, belum ada filterisasi budaya yang masuk. Begitu mudah budaya masuk tanpa ada penyaringan kesesuaian dengan budaya asli kita. Akibatnya kita seperti berjalan mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern. Tetapi sayangnya budaya luhur yang dulu melekat dalam diri, perlahan semakin menghilang. Parahnya, budaya daerah yang ada dan kita junjung tinggi justru semakin kita abaikan.

1.2  POKOK PERMASALAHAN
Perseteruan antara Indonesia-Malaysia memang telah terjadi beberapa waktu lalu, dimulai dengan perseterun batas wilayah Negara baik yang berbatasan langsung dengan jalur darat seperti yang terjadi dipulau Kalimantan maupun yang berbatasan dengan jalur perairan seperti pada perseteruan di kawasan Ambalat. Tidak hanya saja di situ, sebenarnya masih banyak lagi perseteruan antara Indonesia-Malaysia, terutama yang merugikan Negara Indonesia.
Namun, perseteruan yang lebihmengecewakan masyarakat Indonesia pada umumnya adalah mengenai pengeklaiman beberapa kesenian yang berasal dari Indonesia, yang diklain oleh Negara Malaysia sebagai kesenian yang berasal dari Negara mereka, salah satunya adalah kesenian batik sekitar bulan november 2006.
Seperti diketahui, batik merupakan kesenian yang berasal dari Indonesia. Hal ini dapat dilihat dai sejaraah perkembangan batik Indonesia, dimana batik mulai berkembang pada zaman nenek moyang bangsa Indonesia, yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Sejarah pembantikan di Indonesia berkaitan dengan  dengan perkembangan batik banyak dilakukan pasa masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.
Harus diakui bahwa sejarah saji tidak cukup untuk menjadikan batik sebagai kesenian yang berasal dari indonesia, perlu adanya pengakuan dari dunia Internasional yang menetap bahwa batik merupakan kesenian yang berasal dari indonesia. Hal inilah yang coba dimanfaatkan oleh Negara Malaysia untuk menjadikan batik sebagai kesenian yang berasal dari Malaysia, dengan cara menjadikan kesenian batik sebagai identitas Negara mereka, yang salah satu tujuannya yaitu untuk menarik masyarakat dunia agar berkunjung ke Malaysia.

1.3  RUMUSAN MASALAH

Dari pokok permasalahan di atas maka dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apakah yang menyebabkan budaya di Indonesia mudah di klaim oleh Malaysia ?
2.      Apakah akan dilakukan Pemerintah Indonesia jika ada budaya Indonesia di klaim oleh negara lain ?
3.      Bagaimana peran generasi muda Indonesia dalam menanggapi pengklaiman Malaysia terhadap budaya Indonesia ?

1.4  TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Mengetahui penyebab budaya di Indonesia terkesan mudah sekali di kalim oleh Malaysia
2.      Mengetahui sistem kerja pamerintah tentang budaya yang di klaim oleh negara Malaysia
3.      Mengetahui apa saja yang dilakukan generasi muda dalam menanggapi pengklaiman terhadap budaya Indonesia ?
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN TENTANG BUDAYA INDONESIA

      Bicara tentang budaya banyak hal yang harus kita kupas secara tuntas karena budaya memiliki pembahasan yang sangat luas. Apalagi dengan Indonesia yang bernotabene banyak suku sehingga kebudayaan pun tak kalah beragam
     
      Jika kita katakan budaya kepada seorang yang awam pasti dalam pikirannya akan muncul bahwa adalah kesenian. Tak lebih tak kurang. Namun perlu diketahui bahwa kebudayaan tidak hanya  berkisar antara kesenian dan kesenian saja, banyak hal yang dapat menjadi budaya yang dapat pula menjadi tanda pengenal suatu daerah.

      Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

      Dalam bahasa inggris kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata latin colere,yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa indonesia.

      Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwarisakan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, parkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.

Adapun pendapat para ahli mengenai Kebudayaan adalah sebgai berikut :

·         Prof. Koentjaraningra

Kebudayaan adalah keseluruhan dari sistem gagasan, sistem tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”


·         Ki Hajar Dewantoro

Kebudayaan adalah keseluruhan dari hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam kehidupan masyarakat. Di dalamnya mengandung nilai-nilai intelektual, moral, etika, dan estetika. kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional.

·         E. B. Tylor

Kebudayaan adalah sebuah sistem yang kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan (religi), hukum, adat-istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.

2.2 KEBUDAYAAN INDONESIA
Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945. Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:
“Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.”
Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda.

2.3 PENYEBAB BUDAYA INDONESIA DI KLAIM OLEH MALAYSIA
                  Malaysia yang secara historis terbukti merupakan negara serumpun melayu dengan Indonesia yang perbedaannya nyaris sangat tipis membuatnya mencari identitas bangsanya sendiri. Malaysia memang tengah dilanda krisis identitas dikarenakan tidak adanya perbedaan yang signifikan dengan budaya asli Indonesia. Fakta mengungkapkan dari 40 orang mahasiswa asal Malaysia yang sedang menempuh studi di Indonesia mengaku hanya sedikit dari mereka yag mengenal sejarahnya. Selain itu anggapan ini semakin diperkuat dengan pernyataan salah satu pejabat tinggi Malaysia yang mengatakan bahwa Malaysia bisa saja menggunakan semua budaya yang dimiliki Indonesia untuk mempromosikan negaranya dengan alasan kedekatan budaya dan sejarahnya. Padahal implementasinya tidak semudah itu untuk saat ini apalagi mengenai perihal penggunaan budaya suatu bangsa untuk mempromosiakan bangsa lain yang bukan pemiliknya.
Malaysia sebagai negara yang juga menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang mengusung tema kebudayaan tradisional khas negaranya mengharuskannya untuk memiliki kekayaan budaya tradisional yang beragam dan menarik untuk dijual kepada turis mancanegara yang berkunjung ke sana. Selain itu sebuah fakta menarik mengungkapkan bahwa Malaysia adalah salah satu negara transit bagi turis-turis asing yang hendak mengunjungi Indonesia terutama Bali. Hal ini membuat Malaysia berusaha untuk mempertahankan para turis asing agar menetap lebih lama di sana. Salah satu caranya adalah dengan menyuguhkan pertunjukan budaya-budaya yang membuat para turis tertarik dan betah untuk menikmati bahkan mempelajari budaya tersebut. Sehingga tak jarang mereka suguhkan pula budaya-budaya Indonesia yang memang memiliki nilai seni tinggi untuk kancah internasional.
Dengan mudahnya melakukan hal tersebut karena merasa memiliki jasa yang besar terhadap Indonesia. Salah satu contoh riilnya adalah TKI yang banyak dipekerjakan di sana. Malaysia sesungguhnya menganggap Indonesia sebagai negara besar yang memiliki banyak potensi dan keunggulan. Malaysia menjadikan tokoh agama Indonesia seperti Ulama besar Indonesia menjadi salah satu tokoh panutan. Dan fakta menyebutkan bahwa pejabat-pejabat tinggi yang kini menjabat di Pemerintahan Malaysia merupakan keturunan Indonesia yang telah terjadi selama puluhan bahkan mungkin ratusan tahun yang lalu. Namun kembali lagi karena TKI yang membuat Malaysia memandang rendah Indonesia sebagai negara di bawahnya. Karena hal ini pula sehingga membuat Malaysia merasa berada di tingkat stratifikasi yang lebih tinggi daripada Indonesia dan menjustifikasi klaim-klaim yang mereka lakukan.
2.4 SISTEM KERJA PEMERINTAH INDONESIA TERHADAP KLAIM BUDAYA
            Dari segi Pemerintahan Indonesia yang terkesan menutup mata terhadap masalah ini, penyebab utamanya adalah karena kebijakan luar negeri RI terlalu berfokus pada masalah-masalah internasional sehingga seolah melupakan masalah-masalah dalam negeri Indonesia sendiri. Pemerintah Indonesia yang mengorientasikan fokusnya pada masalah kerjasama internasional dengan negara-negara besar seperti Amerika, Cina, dan Jepang atau ikut ambil andil dalam isu-isu global seperti perubahan iklim dan human trafficking menjadikan posisi Indonesia lemah dalam hal diplomasi serumpun. Ini dapat terjadi karena arah kebijakan luar negeri Indonesia yang menggampangkan diplomasi dengan negara-negara serumpun. Pemerintah cenderung terus mengedepankan jalan perdamaian terhadap tetangga yang justru melakukan hal sebaliknya. Akbatnya adalah martabat Indonesia yang dapat dengan mudah dilecehkan oleh negara serumpun seperti Malaysia.
            Pluralitas yang sangat tinggi dan keadaan geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia sepertinya membuat Pemerintahan Indonesia kewalahan  jika harus bekerja sendirian dalam pelestarian budaya. Indonesia memiliki suku bangsa yang sangat beragam sehingga berimplikasi pada tingkat keanekaragaman kebudayaan yang sangat tinggi. Dalam hal ini rakyat Indonesia sebagai pemilik sah kebudayaan yang kaya tersebut sepatutnya ikut menjaga, melestarikan, dan mengeksplorasi kebudayaan-kebudayaan dalam negeri untuk dapat berbicara banyak di pentas internasional. Sikap apatis yang telah lama dijunjung oleh bangsa Indonesia harus segera dihilangkan.
            Apresiasi yang kurang dari dalam negeri terhadap seni dan budaya yang dimiliki bangsa merupakan faktor lain yang membuat klaim-klaim semacam ini dapat dengan mudah terjadi. Rasa kepemilikan terhadap budaya bangsa, baru akan mencapai tingkat yang sangat tinggi saat ada budaya bangsa yang diklaim oleh negara lain. Langkah preventif guna meminimalisasi klaim dari negara lain tidak pernah dilakukan. Setelah adanya klaim, barulah secara serentak rakyat Indonesia meneriakkan nasionalisme semu yang sama sekali tak bisa dibanggakan.
Fakta-fakta di atas sangat menarik untuk lebih diperdalam guna mencari jalan terang mengenai siapakah aktor yang seharusnya bertanggung jawab atas konflik yang telah terjadi selama ini. Indonesia yang secara empirik memiliki budaya tersebut tetapi kurang mengapresiasi budayanya sendiri mungkin memang harus melepas budayanya. Malaysia yang memang mengklaim budaya tersebut sudah seharusnya mengakui secara jantan bahwa budaya tersebut memang bukan budaya asli darinya namun merupakan sebuah pelestarian budaya yang berusaha mereka lakukan. Keadaan saat ini hanya akan memicu konflik-konflik baru yang akan memperburuk hubungan bilateral kedua negara.
2.5 PERAN GENERASI MUDA DALAM MENANGAPI PENGKLAIMAN MALAYSIA TERHADAP BUDAYA INDONESIA
Budaya Indonesia yang berbagai macam sangatlah menarik perhatian jutaan pasang mata warga dunia. Menarik mungkin jika kita cermati mengenai budaya bangsa Indonesia yang beragam ini,karena entah mengapa warga indonesia yang seharusnya menjaga agar budaya mereka tetap lestari malahan bersikap tak acuh sehingga budaya tersebut mudah luntur. Lihat saja warga asli Indonesia yang jika ditanya mengenai Bika Ambon sudah pasti yang ada di fikiran mereka bahwa makanan khas Indonesia tersebut berasal dari kota Ambon yang sebenarnya berasal dari kota Medan,Sumatra Utara.
Hal inilah yang sering membuat hati teriris,mengaku warga negara asli Indonesia, namun tidak tahu apa – apa mengenai budayanya padahal disisi lain Negara lain sedang gencar – gencarnya mendaftarkan budaya mereka ke dalam situs peninggalan budaya negara UNESCO. Dari masalah yang terpapar maka boleh disebut jalan keluar nya adalah pemuda kita. Berikut adalah hal hal yang dapat dilakukan pemuda dalam melestarikan kebudayaannya :

·         Dalam tingkat Keluarga
Dalam tingkat keluarga, semua pemuda memiliki peranan penting karena mereka adalah tampuk harapan keluarganya. Jadi banyak hal yang dapat dilakukan seorang pemuda dalam menyelamatkan budayanya di antaranya adalah dengan cara mengenalkan budaya kepada keluarganya. Banyak yang masih berfikir bahwa kebudayaan Indonesia itu hanyalah berputar di sekitar dunia tarian saja. Padahal budaya Indonesia sangat beragam mulai dari Kuliner,Musik,Pakaian dan berbagai macam lainnya. Dengan mengenalkan mereka akan hal tersebut dapat dipastikan mereka tidak akan dengan mudah lupa akan budaya tanah air mereka sendiri.
·         Dalam tingkat Sekolah
Bentuk sistem pendidikan yang mewajibkan pendidikan kebudayaan Indonesia yang diterapkan dengan metode praktek rutin. Para generasi muda harus benar benar memperlajarinya bukan hanya dengan sekedar teori belaka. Sehingga dengan jenjang waktu pendidikan selama 15 tahun sudah pasti mereka mengerti sampai ke akar – akarnya apakah budaya Indonesia itu dan dengan cara apa mereka melestarikannya.
·         Dalam tingkat  masyarakat.
Dalam tingkat masyarakat generasi muda dapat mengadakan semacam pentas seni kebudayaan daerah secara rutin sesuai kebudayaan daerahnya masing - masing sehingga budaya seakan menjadi satu dengan darah yang mengalir dalam tubuh rakyat Indonesia.
·         Dalam tingkat pemerintahan dan kebijakan.
Diharapkan para pemuda dapat membantu pemerintah dalam menindak tegaskan pelaku pengklaiman budaya Indonesia.





BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari tulisan kami diatas adalah pemerintahan Indonesia yang kurang tegas dalam menangani kasus ini sehingga secara tidak langsung sudah menjatuhkan nama baik serta harkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia internasional. Bangsa Indonesia memerlukan pemerintah yang tegas serta berwibawa dalam menangani setiap kasus, seperti kasus pengklaiman yang dilakukan oleh Malaysia karena budaya Indonesia merupakan bagian dari identitas serta jatidiri bangsa. Jangan sampai identitas bangsa diinjak-injak oleh bangsa lain.
Sebagai contoh lain, pemerintah Indonesia juga lamban tidak hanya  menangani kasus klaim budaya oleh Malaysia ini tetapi juga dalam menangani bencana-bencana yang terjadi di Indonesia.
    Perlu kita sadari bahwa Indonesia adalah bangsa multikulturalisme, apabila tanpa kerjasama ataupun kesadaran bersama demi mempertahankan tanah air bangsa maka apa yang akan terjadi pada bangsa ini di masa yang akan datang? Kami juga tidak mampu mereka-reka tetapi dapat diperkirakan perpecahan bangsalah yang akan terjadi dan semakin maraknya juga pengklaiman budaya.
Dari permasalahan ini kami menyarankan bahwa masyarakat dan pemerintah Indonesia harus menjaga dan melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia. Sebenernya pengklaiman yang dilakukan oleh Negara Malaysia juga disebabkan karena adanya peluang yang diberikan Indonesia. Masyarakat dan pemerintah selama ini dianggap kurang peduli dan kurang memperhatikan kebudayaan negaranya. Masyarakat indoenesia terlihat seperti terpengaruh oleh negara luar sehingga tidak memperhatikan ciri khas dari kebudayaan negaranya sendiri. Begitu pula dengan pemerintahnya yang terlalu terfokuskan akan masalah kerjasama internasional. Jika pemerintah tidak melihat budaya sebagai sebuah kekuatan bagi bangsa atau daerahnya sendiri maka tidak heran suatu saat kebudayaan tersebut akan diklaim menjadi milik Negara lain.
Pemerintah Indonesia tidak boleh lagi menutup matanya dan diam saja melihat kebudayaannya diakui oleh Negara lain. Saran lain dari kami adalah pemerintah Indonesia perlu mengintenskan hubungan diplomatik sebagai komunikasi politik dengan Malaysia untuk membahas masalah kebudayaan ini agar tidak ada lagi kesalahpahaman dan konflik antara Indonesia dan Malaysia yang berada dalam satu regional Asia Tenggara dan ASEAN ini.

3.2 Daftar Pustaka


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis - Jenis Karter (Bagian 3)

ETIKA KERJA

EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN